Bali Travel

AyoBali
Created by AyoBali
On Aug 5, 2021

Dapatkan Tempat Tamasya Ternama di Bali, Indonesia

Bebatuan
Dusun Bebatuan merupakan rumah buat sejumlah penari kedok kedok terunggul di Bali. Tarian ini sebagai sisi penting dari kebanyakan acara keagamaan. Dipenuhi dengan anekdot dan lawakan porno, dan melukiskan beberapa sifat yang tidak sama, orang penari yang bagus bisa serius libatkan pirsawan. Dusun ini dikenal juga dengan jenis lukisannya yang unik, yang berkembang di tahun 1930-an. Gunakan tinta terlebih hitam atau hijau tua, pelukis Bebatuan isi kanvas mereka dengan bab padat yang diambil dari kehidupan keseharian - masyarakat dusun, upacara dan supranatural.

Ayo Bali merekomendasikan tempat wisata Bebatuan lainnya adalah Pura Puseh. Kuil ini berawal dari masa kesebelas dan memiliki ukir-pahatan yang baik. Atraksi teratur gambuh diselenggarakan di tanggal 1 dan 15 tiap bulannya. Meskipun usaha sudah dijalankan buat hidupkan kembali wujud tarian ini (ada kurang dari selusin daerah yang tinggal di seluruhnya pulau), tarian ini tak ternama di golongan orang Bali lantaran temponya yang pelan dan bahasanya yang kuno.

Ubud dan Seputarnya
Nama Ubud berawal dari kata Bali ubad (penyembuhan), bersangkutan dengan karakter pengobatan tanaman yang tumbuh ditepi sungai Campuhan di ujung barat kota. Diberi berkah dengan tempat cantik yang menimbulkan inspirasi seni, dusun ini jadi rumah angkat seniman Barat seperti Walter Spies dan Rudolf Bonnet di 1920-an. Di tahun 1930-an, bersama orang bangsawan lokal namanya Cokorde Besar Agung Sukawati, mereka membangun perkumpulan seniman yang dimaksud Pitamaha. Gagasan ini mengilhami kebangunan, mengganti dusun yang sepi jadi pusat kesibukan artistik.

Museum Seni Neka
Menyimpan satu diantaranya koleksi seni terunggul di pulau itu, museum ini dibuat di tahun 1976 oleh eks guru sekolah Suteja Neka, satu diantaranya penyuka seni terutama di Indonesia. Koleksinya diletakkan dalam sejumlah bangunan berpenampilan Bali yang berada di tengahnya taman. Nyaris 400 kreasi dipertunjukkan secara alur dan diabadikan secara bagus dengan merk preskriptif dengan bahasa Inggris (dan Jepang), memberi background yang baik sekali buat perubahan seni tulis di Bali.

Staff multibahasa ramah dan berpengetahuan. Meningkatkan keadaan merupakan banyak patung tradisionil dan kekinian dari kayu dan logam yang tersebarkan di seluruhnya galeri dan halaman. Panorama dari cafe terbuka sangatlah fenomenal dan menghadap ke lembah sungai yang rimbun. Museum ini punyai perpustakaan kajian yang luas, toko buku besar, dan toko cenderamata.

Follow Us: Twitter - Pinterest - VK